Cara Menghadapi Kegagalan

Bagaimana Cara Menghadapi Kegagalan – Ada sebuah kutipan yang isinya, “When you fail, you have a choice – focus on facts or focus on feelings.”

Artinya ketika Anda gagal, Anda punya pilihan – fokus pada kenyataan atau fokus pada perasaan Anda. Fokus pada kenyataan maksudnya menyadari bahwa tindakan yang dilakukan tidak memberikan hasil yang diinginkan. Ini adalah sikap menerima kenyataan. Kegagalan memang sudah terjadi, dan Anda menerimanya dengan lapang dada.

Cara Menghadapi Kegagalan

Cara Menghadapi Kegagalan

Fokus pada perasaan adalah Anda ikut terbawa arus perasaan. Ketika gagal, kebanyakan orang merasa tidak enak, tidak nyaman dan bahkan galau. Mereka terjebak dalam arus perasaan negatif tersebut. Bukannya berusaha bangkit dan belajar dari kegagalan, mereka malah membiarkan perasaan tersebut memperburuk situasi.

Lihatlah orang gagal yang sekaligus frustrasi. Apa yang mereka lakukan? Mereka jadi malas, tidak bersemangat dan bahkan ada yang menyerah. Ini karena mereka membiarkan efek dari kegagalan menghantui diri mereka. Pada dasarnya ini bisa terjadi karena mereka tidak mau dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka gagal. Sekali lagi saya tekankan, ini terjadi karena mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa kegagalan sudah terjadi.

Mereka itulah yang selalu menjadi korban dari perasaan negatif yang mereka alami. Perasaan tidak enak itulah yang membuat semangat juang menjadi kedodoran. Perasaan itu membuat mental yang tadinya kuat dan optimis berubah jadi ciut dan pesimis.

Untungnya, semua kenyataan pahit di atas tidak perlu terjadi jika Anda pintar menghadapi kegagalan. Karena jika Anda tidak tahu bagaimana menghadapi kegagalan, Anda pasti gelisah jika kegagalan itu benar-benar datang. Dan kenyataannya tak ada seorang pun yang pernah lolos dari kegagalan. Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana apa yang mereka harapkan tidak menjadi kenyataan.

Cara pertama menghadapi kegagalan adalah memilih untuk menerima kenyataan, bukan memilih untuk hanyut dan tenggelam dalam perasaan negatif yang ditimbulkan oleh kegagalan itu.

Ketika Anda sudah mampu menerima kenyataan, Anda pasti lebih lapang, lebih mampu berpikir dengan akal sehat. Bayangkan Anda kehilangan uang 500 rupiah dengan kehilangan uang 10 juta, mana yang lebih sakit? Tentu kehilangan 10 juta. Anda tak peduli meski kehilangan 500 rupiah karena itu uang yang sangat kecil nilainya. Anda cuek saja. Intinya Anda bisa terima bahwa uang 500 Anda telah hilang.

Tapi Anda sulit menerima kehilangan uang 10 juta. Ini bisa saja karena uang tersebut sangat besar, dikumpulkan setengah mampus, kerja keras terbalik-balik sambil terguling-guling baru bisa terkumpul segitu. Dan dalam sekejap hilang begitu saja. Tentu saja Anda tak bisa menerima kenyataan itu begitu saja.

Seperti itulah yang terjadi pada kegagalan. Ketika Anda berani menerima kenyataan, kegagalan takkan mampu melukai Anda lebih jauh. Dengan begitu, Anda siap untuk bangkit lagi.

Cara selanjutnya adalah dengan mengingatkan diri Anda dengan pernyataan seperti ini.

Lain kali, aku akan ______________ supaya kegagalan yang sudah terjadi tidak terulang lagi.

Titik-titik di atas adalah serangkaian tindakan yang akan Anda ambil supaya Anda tidak masuk ke dalam lubang kegagalan yang sama kedua kali.

Ini adalah bentuk pembelajaran diri dari pengalaman terdahulu. Anda pasti setuju bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dari pengalaman gagal itulah Anda dituntut untuk memperbaiki diri supaya lebih baik lagi. Sama halnya seperti Anda bermain game. Jarang sekali Anda main game sekali langsung tamat. Itu jarang. Anda pasti akan gagal berkali-kali di game tersebut. Dari situ Anda belajar dan semakin pintar dalam memainkan game tersebut. Anda mulai tahu celah-celah untuk menamatkan game. Gagal adalah petunjuk agar Anda segera mencari jalan lain.

Sukses adalah perjalanan di mana Anda gagal, belajar dari kegagalan, lalu menemui kegagalan lain dan belajar lagi sampai akhirnya Anda berhasil meraih apa yang diinginkan.

Sukses bukan perjalanan mulus seperti jalan tol tanpa hambatan. Hanya orang malas yang bermimpi seperti itu.

Anda gagal? Tak usah khawatir. Gagal bukan peristiwa luar biasa. Terima kenyataan dan belajar dari pengalaman, dan sambutlah impian Anda.Ada sebuah kutipan yang isinya, “When you fail, you have a choice – focus on facts or focus on feelings.”

Artinya ketika Anda gagal, Anda punya pilihan – fokus pada kenyataan atau fokus pada perasaan Anda. Fokus pada kenyataan maksudnya menyadari bahwa tindakan yang dilakukan tidak memberikan hasil yang diinginkan. Ini adalah sikap menerima kenyataan. Kegagalan memang sudah terjadi, dan Anda menerimanya dengan lapang dada.

Fokus pada perasaan adalah Anda ikut terbawa arus perasaan. Ketika gagal, kebanyakan orang merasa tidak enak, tidak nyaman dan bahkan galau. Mereka terjebak dalam arus perasaan negatif tersebut. Bukannya berusaha bangkit dan belajar dari kegagalan, mereka malah membiarkan perasaan tersebut memperburuk situasi.

Lihatlah orang gagal yang sekaligus frustrasi. Apa yang mereka lakukan? Mereka jadi malas, tidak bersemangat dan bahkan ada yang menyerah. Ini karena mereka membiarkan efek dari kegagalan menghantui diri mereka. Pada dasarnya ini bisa terjadi karena mereka tidak mau dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka gagal. Sekali lagi saya tekankan, ini terjadi karena mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa kegagalan sudah terjadi.

Mereka itulah yang selalu menjadi korban dari perasaan negatif yang mereka alami. Perasaan tidak enak itulah yang membuat semangat juang menjadi kedodoran. Perasaan itu membuat mental yang tadinya kuat dan optimis berubah jadi ciut dan pesimis.

Untungnya, semua kenyataan pahit di atas tidak perlu terjadi jika Anda pintar menghadapi kegagalan. Karena jika Anda tidak tahu bagaimana menghadapi kegagalan, Anda pasti gelisah jika kegagalan itu benar-benar datang. Dan kenyataannya tak ada seorang pun yang pernah lolos dari kegagalan. Setiap orang pasti pernah mengalami situasi di mana apa yang mereka harapkan tidak menjadi kenyataan.

Cara pertama menghadapi kegagalan adalah memilih untuk menerima kenyataan, bukan memilih untuk hanyut dan tenggelam dalam perasaan negatif yang ditimbulkan oleh kegagalan itu.

Ketika Anda sudah mampu menerima kenyataan, Anda pasti lebih lapang, lebih mampu berpikir dengan akal sehat. Bayangkan Anda kehilangan uang 500 rupiah dengan kehilangan uang 10 juta, mana yang lebih sakit? Tentu kehilangan 10 juta. Anda tak peduli meski kehilangan 500 rupiah karena itu uang yang sangat kecil nilainya. Anda cuek saja. Intinya Anda bisa terima bahwa uang 500 Anda telah hilang.

Tapi Anda sulit menerima kehilangan uang 10 juta. Ini bisa saja karena uang tersebut sangat besar, dikumpulkan setengah mampus, kerja keras terbalik-balik sambil terguling-guling baru bisa terkumpul segitu. Dan dalam sekejap hilang begitu saja. Tentu saja Anda tak bisa menerima kenyataan itu begitu saja.

Seperti itulah yang terjadi pada kegagalan. Ketika Anda berani menerima kenyataan, kegagalan takkan mampu melukai Anda lebih jauh. Dengan begitu, Anda siap untuk bangkit lagi.

Cara selanjutnya adalah dengan mengingatkan diri Anda dengan pernyataan seperti ini.

Lain kali, aku akan ______________ supaya kegagalan yang sudah terjadi tidak terulang lagi.

Titik-titik di atas adalah serangkaian tindakan yang akan Anda ambil supaya Anda tidak masuk ke dalam lubang kegagalan yang sama kedua kali.

Ini adalah bentuk pembelajaran diri dari pengalaman terdahulu. Anda pasti setuju bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Dari pengalaman gagal itulah Anda dituntut untuk memperbaiki diri supaya lebih baik lagi. Sama halnya seperti Anda bermain game. Jarang sekali Anda main game sekali langsung tamat. Itu jarang. Anda pasti akan gagal berkali-kali di game tersebut. Dari situ Anda belajar dan semakin pintar dalam memainkan game tersebut. Anda mulai tahu celah-celah untuk menamatkan game. Gagal adalah petunjuk agar Anda segera mencari jalan lain.

Sukses adalah perjalanan di mana Anda gagal, belajar dari kegagalan, lalu menemui kegagalan lain dan belajar lagi sampai akhirnya Anda berhasil meraih apa yang diinginkan.

Sukses bukan perjalanan mulus seperti jalan tol tanpa hambatan. Hanya orang malas yang bermimpi seperti itu.

Anda gagal? Tak usah khawatir. Gagal bukan peristiwa luar biasa. Terima kenyataan dan belajar dari pengalaman, dan sambutlah impian Anda.

Setiap kegagalan yang menimpa seseorang maka mau tidak mau manusia itu dipaksa untuk berpikir. Tinggal kita mampu atau tidak menarik kemanfaatan dari gagalnya usaha kita itu.

Orang-orang besar yang terkenal bukanlah tidak mengalami kegagalan. Tetapi mereka menjadi besar karena setiap saat jatuh bangun berkali-kali. Karena menganggap bahwa kegagalan itu sebuah pendorong maka secepatnyamereka bangkit dari jatuhnya lalu berlari mengejar waktu.

Dan berprinsiplah bahwa kegagalan itu merupakan peristiwa yang memalukan. Hal ini bukanlah berarti bila gagal lantas malu kepada orang lain. Akan tetapi bila mengalami kegagalan malulah pada diri sendiri. Kalau sudah demikian tentu dalam hati kita niat untuk mendorong diri kita sendiri. “Aku harus berhasil. Akan kutunjukkan siapa diriku yang sebenarnya.” Bangkitkan perasaan keinginan diri untuk menjadi berhasil. Kalahkan semua rintangan.

Kita harus percaya bahwa setiap persoalan itu pasti ada jalan keluarnya. Karena semua itu sudah menjadi hukum alam yang tidak boleh ditentang. Bila hari ini mengalami kegagalan pasti hari esok kita menjumpai keberhasilan, bila kita mau merubah posisi semula.

BANGKIT DAN MENCOBA LAGI

Apabila mengalami kegagalan, maka orang sering mengeluh, bahwa semua adalah nasib, semuanya adalah takdir dari Tuhan. Orang-orang seperti inilah yang dapat digolongkan dengan manusia yang berjiwa lemah. Mereka hanya bisa menyesal, dan penyesalan tak ada ujungnya sama sekali. Mereka mengeluh tapi tanpa usaha. Bukankah Allah telah berfirman bahwa Allah tak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak mau merubah sendiri.

Kegagalan tetap saja akan menghiasi hidup kita, apabila kita tetap meratapi nasib, tanpa melangkah untuk berusaha setapak pun. Oleh sebab itu hendaklah kita bersabar, berusaha, serta berdoa kepada-Nya. Selain itu, kita harus menanamkan tekad di dalam diri kita untuk bangkit dan mencoba terus mencoba lagi.

BERUSAHALAH MENEKAN KEGAGALAN SEKECIL MUNGKIN

Apabila kita mau melakukan suatu rencana maka yang perlu kita perhatikan adalah harus membuat gagasan dahulu. Jika ternyata dengan gagasan itu kita masih tidak berhasil, maka rubahlah dengan cara yang lain. Jika masih gagal lagi, dan ternyata kita tidak mampu bertindak, jalan terbaik adalah meminta pertolongan orang lain.

Untuk menekan kegagalan sekecil kecilnya maka William O. Uraneck melontarkan gagasan-gagasan sebagai berikut:

1. Untuk menaggulangi masalah maka kita harus memahami betul letak persoalan. Perhatikanlah dengan teliti, maka kita akan siap menanggulanginya.

2. Kita harus memiliki semangat yang meluap dan cara berpikir yang positif untuk menunjang kreatifitas. Dan tetaplah berusaha sambil tersenyum.

3. Semakin cepat kita memecahkan masalah tersebut, maka hasilnya akan semakin baik. Sebab semakin kecil kegagalan yang akan terjadi kelak.

4. Cobalah meminta bantuan pengalaman dan pendapat orang lain. Mintalah pertolongan mereka ketika memerlukan. Ambillah manfaat dari orang-orang yang pernah menghadapi masalah yang sama.

5. Kita tidak boleh pasrah sebelum menemukan segala segi dari kegagalan itu. Atasilah segala sebab kegagalan secara menyeluruh.

6. Pikirkan masalah itu matang-matang dengan daya cipta yang kreatif.

7. Pandanglah ke depan dengan pemecahan masalah kita. Jadikan sebagai batu loncatan ke arah yang lebih baik.

TETAPLAH PADA JALUR KITA

Bila di dalam kehidupan kita tetap kokoh tegak pada pendirian maka tak akan mudah tergoyahkan oleh pengaruh yang datang yang mungkin saja dapat menyesatkan. Namun bila manusia tidak percaya pada dirinya sendiri, maka mudahlah terpengaruh dan tergoyahkan oleh orang lain. Padahal semula ia ingin melakukan pekerjaan yang telah cocok dengan gagasannya, akan tetapi karena ada orang yang mempengaruhinya dia lalu merubahnya dan akhirnya usaha tersebut bukan mendatangkan keberhasilan melainkan kegagalan datang bertubi-tubi.

Pencarian artikel terkait: cara menghadapi kegagalan dalam islam, cara menghadapi kegagalan usaha, cara menghadapi kegagalan dalam usaha, menghadapi kegagalan hidup, cara mengatasi kegagalan